Info Sekolah
Minggu, 24 Okt 2021
  • Website sedang dalam maintenance mohon maaf atas ketidaknyamanan ini ...

LOMBA DEBAT : AJARKAN SEJARAH MENJADI PELAJARAN YANG MENYENANGKAN

Diterbitkan : - Kategori : Artikel Sekolah / Berita Sekolah / Galeri

Sejarah sebagai pelajaran yang membahas masa lalu terkadang menjadi sangat menjenuhkan bagi siswa. Namun tidak bagi siswa siswi SMAN 1 Tempeh. Melalui pembelajaran sejarah mereka menarik pelajaran berharga dari masa lalu untuk diaplikasikan pada kehidupan masa kini. Terlebih saat ini dengan banyaknya materi sejarah yang perlu diajarkan kepada siswa ternyata hal ini menjadi daya tarik tersendiri.

Seperti yang dilakukan ibu Novita Ayu Karisma, S.Pd guru sejarah kelas 11 di SMA Negeri 1 Tempeh. Selain metode mengajarnya yang menyenangkan, selama proses pembelajaran siswa juga merasa senang untuk belajar sejarah. Contohnya pada hari jumat lalu, dilaksanakan lomba debat antar kelas 11 IPS mengenai materi nasionalisme dan demokrasi di Indonesia.

Mengangkat tema yang dekat dengan siswa dan juga pernah dirasakan oleh siswa semakin membuat antusiasme pelajaran. Lomba debat ini merupakan salah satu metode belajar sejarah yang diterapkan oleh ibu Novita. Sebelumnya, peserta lomba telah di seleksi di kelasnya masing-masing. Seleksi dilaksanakan dengan metode debat pula. Sehingga proses debat antar kelas dimulai dari elemen terkecil yakni pembagian kelompok di masing-masing kelas. Setelah memenangkan debat di masing-masing kelas, maka kelompok pemenang akan mewakili kelasnya dalam lomba debat antar kelas 11 IPS.

Pelaksanaan belajar menggunakan metode debat ini dibagi menjadi 4 sesi setiap pelaksanaannya. Sesi pertama dibuka dengan penyampaian dasar argumen setiap kelompok. Sesi kedua penyampaian pertanyaan terhadap dasar argumen setiap kelompok. Sesi ketiga penyampaian pernyataan dan sanggah kelompok dengan dibatasi waktu. Sesi keempat penyampaian kesimpulan. Selain dibagi dalam beberapa sesi, peserta juga dilarang melakukan beberapa hal seperti tidak boleh berkata kasar, emosi, menjelekan fisik/bullying, SARA maupun keluar dari konten yang dibicarakan.

Komponen penilaian diperoleh dari penilaian matter atau parameter yang digunakan untuk menyampaikan pendapat harus logis dan terukur berdasarkan fakta dan interpretasi yang logis, manner atau parameter untuk menilai kemampuan berbicara dan artikulasi, dan methode atau parameter penataan dan pengorganisasian gagasan yang disampaikan. Melalui terknik penelitian tersebut nantinya akan diperoleh tim yang memenangkan perdebatan.

Sebab materi yang disampaikan adalah nasionalisme dan demokrasi, maka siswa juga harus menyampaikan fakta sejarah sebagai penguatan argumen dalam berdebat. Nampaknya fakta sejarah yang perlu disampaikan harus mempelajari cerita sejarah. Melalui metode ini, diharapkan anak mampu menguasai materi nasionalisme dan demokrasi serta cerita sejarah bangsa indonesia yang pernah menerapkannya di masa lalu.

Kegiatan yang berlangsung selama sepekan ini sangat menarik bagi siswa. Partai final yang dipertandingkan pada hari Jum’at, 6 Maret 2020 ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 11 IPS untuk mendukung kelasnya masing-masing. SIswa nampak sangat antusias mengikuti lomba debat. Terlebih mengenai isu-isu terkini yang sedang dibicarakan oleh masyarakat. Guru sebagai moderator memberikan bimbingan kepada siswa agar tidak melenceng dari materi bahasan.

Uswatun Hasanah peserta debat dari kelas 11 IPS 3 merasa sangat antusias mengikuti lomba debat antar kelas. “Tadi debatnya seru, membahas tentang demokrasi di Indonesia. Tapi kelas saya kalah karena argumennya dipatahkan oleh teman-teman kelas lain.” hal senada diungkapkan pula oleh ibu Novita yang mengamini anak-anak belajar dengan sangat antusias, bahkan diakuinya dua minggu sebelum pelaksanaan debat beberapa siswa telah banyak yang menanyakan tema yang hendak dibahas. Namun tentu menurutnya siswa juga perlu terus diasah kemampuan berfikir kritis agar tidak serta merta menerima informasi yang didapat. Diharapkan dengan adanya debat antar kelas ini siswa semakin antusias dalam belajar sejarah dan menghapus stigma sejarah sebagai pelajaran hafalan.

Adapun pemenang dalam lomba debat antar kelas 11 IPS ini diperoleh oleh kelas 11 IPS 1. Sedangkan penantangnya di final yakni kelas 11 IPS 3 menjadi juara kedua setelah dikalahkan dalam partai final. Sebagai kelas yang memenangkan lomba maka kelas 11 IPS 1 berhak memperoleh reward atas keberhasilannya. “Hadiah itu untuk anak-anak agar dapat digunakan bersama-sama, tujuannya agar termotivasi dan antusias dalam pelajaran” imbuh ibu Novita saat memberikan hadiah kepada kelas 11 IPS 1.

Post Terkait

Onanism fees are

Kamis, 21 Okt 2021

Quindi, si

Rabu, 20 Okt 2021

Away to

Selasa, 19 Okt 2021

Gøre det fra hvor

Jumat, 15 Okt 2021