SEKILAS INFO
: - Jumat, 04-12-2020
  • 6 bulan yang lalu / Kami segenap keluarga besar SMAN 1 TEMPEH mengucapkan Selamat hari raya idul fitri 1441 Hijriah. Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan bathin
  • 8 bulan yang lalu / Mari bersama kita lawan virus Covid 19 dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Hindari ke tempat keramaian, cuci tangan secara berkala jika dari luar rumah, terapkan social distancing untuk sementara waktu, tidak keluar dari rumah jika tidak terlalu penting, dan selalu patuhi himbauan pemerintah
  • 8 bulan yang lalu / Berdasarkan surat edaran  kepala dinas pendidikan  cabang jember – lumajang, aktifitas belajar di rumah diperpanjang hingga 5 april 2020.

2.3.2 Konsep Negara Kapitalisme
Kapitalisme berarti kekuasaan berada di tangan capital yakni sistem ekonomi yang tanpa batas didasarkan pada keuntungan. Kapitalisme dapat diartikan sebagai kekayaan yang digunakan dalam produksi dalam rangka memperoleh laba sebesar-besarnya. Kapitalisme mendasarkan ekonomi pada hak kepemilikan pribadi atas segala kekayaan dan kebebasan individu. Lebih jauh individu memiliki hak untuk mengadakan ekonomi untuk memperoleh keuntungan dan kesejahteraan. Sedangkan fungsi pemerintah adalah untuk melindungi kepentingan tersebut dan tidak dapat mengintervensi kepemilikan individu dalam produksi (Utari dan Prawironegoro, 2017 : 216).
Dalam sistem ekonomi kapitalis terdapat tiga unsure penting yakni, pengutamaan kepentingan individu (individualism), persaingan (kompetisi pasar), dan pengerukan keuntungan. Individualisme ini kemudian mendorong manusia untuk berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya. Masyarkat kapitalis menghendaki adanya kompetisi yang seimbang dan ketat. Kompetisi akan melahirkan pemenang yang kuat akan semakin kuat berdasarkan pengalaman yang diperolehnya.
Pemilik modal secara efektif akan memenangkan persaingan dalam bisnis. Persaingan ini yang akan menghasilkan keuntungan maksimal serta dibenarkan untuk dilakukan lebih bebas. Produksi memiliki peran yang penting untuk menentukan kekuatan individu. Kapitalisme lebih mementingkan pertumbuhan ekonomi dan barang produksi. Pemerintah memiliki peran untuk menyusun dan menegakkan peraturan, mencegah penyelewengan dan menyelenggarakan kegiatan ekonomi serta menjamin tersedianya pasar bebas. Hal ini yang menjadi kritik Marx terhadap negara merupakan alat yang digunakan untuk menindas kaum yang lemah. Negara hanya berperan untuk menjamin mekanisme pasar berjalan lancae dan campur tangan negara dianggap hanya akan menggangu operasional pasar. Atau dengan kata lain, negara berdasarkan pandangan kapitalisme masih dibutuhkan sebagai alat untuk menjamin terlaksananya kapitalisme itu sendiri.
2.3.2.1 Analisa Negara Kapitalis Berdasarkan Filsafat Hegel
Berdasarkan filsafat material Hegel, unsure material terbentuknya negara kapitalis yakni budaya barat. Kebudayaan barat ini berupa ide-ide yang dijalankan oleh masyarkat selama kurun waktu abad pertengahan yang akan menjadi dasar pembentukan kapitalisme. Ide dasar kapitalisme yang bersumber pada kondisi objektif masyarakat di abstraksikan dalam sebuah pemikiran ekonomi. Aspek sekuler dan aspek spiritual turut memberikan sumbangsih terhadap nilai dasar kapitalisme pada tahap awal.
Aspek sekuler diwujudkan dalam tradisi eropa (romawi kuno) yang menekankan bahwa individu memiliki haknya sebagai pribadi yang individual, otonom dan bebas dalam menentukan dan mempertanggungjawabkan segala tindakannya. Individualisme harus dijunjung tinggi sebab akhirnya apa yang disebut keuntungan selalu bagi dirinya sendiri. Rasionalisme diadakan sebab soal untung dan rugi, investasi dan lainnya harus diperhitungkan sebelumnya. Budaya liberal membutuhkan dukungan pasar bebas bagi mekanisme ekonomi dapat terjamin produksi dan persaingan. Abstraksi ide ini di materilkan dalam tindakan individu dalam memperoleh keuntungan bagi dirinya.
Aspek Religius diperoleh dari tradisi Yudaisme, pribadi yang transenden dan dihadapan Allah manusia adalah pribadi yang individual, yang harus mempertanggungjawabkan dirinya. Individualisme setelah revolusi Prancis berkembang menjadi sikap liberal dalam segala aspek kehidupan manusia. Seiring berjalannya waktu individualism dan liberalism menjadi dasar semangat berwirausaha (Berger, 1990 : 141). Nilai asketis mengenai doktrin suratan takdir ganda turut memberikan sumbangsih dalam hidup agar bekerja keras mengumpulkan harta sebanyak mungkin namun harus hemat, disiplin, matiraga dan sederhana. Sebab kekayaan merupakan ungkapan cinta dan kasih tuhan kepada manusia.
Personifikasi ide telah meletakkan nilai dasar bagi individu untuk berupaya memperoleh modal bagi keuntungan dirinya. Ide tersebut diimplementasikan dalam pelaksanaan hidup manusia. Melalui fenomena historis yang terbentuk melalui tahap yang panjang individualism merubah wajahnya menjadi liberalism dalam bentuk yang nyata.
Perubahan ekonomi barter menuju ekonomi uang turut serta memberikan peluang kapitalisme untuk berkembang. Penbentukan kota-kota pada akhir abad ke 19 semakin menasbihkan ekonomi uang. Modal dalam bentuk capital telah terbentuk dalam penguasaan sarana produksi. Manifestasi individual telah berkembang menjadi ide capital yang berdasarkan pada penguasaan modal berupa saran produksi. Kekuasaan material menjadi tidak terbatas pada penguasaan individu berdasarkan kelas yakni majikan dan buruh. Hubungan kelas ini menjadi persepsi fungsi yang berbeda sebab adanya modal berupa sarana produksi.
Akumulasi modal berlebih yang dihasilkan dari proses produksi mengehendaki sistem perdagangan berubah menjadi ekonomi industrial pasca revolusi Industri. Pergeseran ekonomi ini tampak pertama kali di Inggris pada abad ke 18, kemudian Perancis, Jerman, Italy pada abad ke 19 dan seluruh eropa pada abad ke 20. Kapitalisme menjadi penggerak IPTEK karena akumulasi modal memungkinkan penggunaan penemuan baru tidak mungkin dilakukan oleh masyarakat miskin. Kegiatan ekonomi dan pusat penelitian IPTEK dalam fase ini dikuasai oleh konglomerasi milik swasta yang sifatnya monopolistis.
Dalam suasana persaingan antar pelaku ekonomi yang didominasi swastanegara hendaknya menyerahkan keputusan ekonomi kepada kekuatan pasar yang mengatur dirinya secara bebas. Perkembangan kapitalisme eropa mengalami kejenuhan setelah Perang Dunia 1 dan 2 yang disebabkan eropa tidak lagi menjadi pusat perekonomian dunia karena telah bergeser ke Amerika Serikat. Filsafat pasar bebas mulai ditinggalkan dan negara mulai ikut campur tangan dalam kegiatan perekonomian masyarakat. Nampaknya terdapat kecenderungan umum setelah PD II ada semacam kerjasama antara pemerintah dan swasta dalam menangani ekonomi. Sehingga terdapat perpaduan prinsip kapitalisme, sosialisme dan demokrasi. Sebab esensi kapitalisme dari waktu ke waktu adalah sama yakni akumulasi modal yang akan diinvestasikan kembali menjadi laba dan diperlukan pasar bebas serta penguasaan sarana produksi. Sedangkan yang mengalami perubahan adalah bentuk modal, sarana produksi, dan factor-faktor yang mempengaruhinya (Anderski, 1989 : 141-142).
Tahap akhir dari negara yang diharapkan oleh Kapitalisme telah mengalami pergeseran sejak abad ke 21. Kelas-kelas social dalam masyarakat kapitalis masih dianggap relevan dalam mencapai sebuah kesejahteraan. Analisa Marx tentang kehancuran Kapitalisme melalui dialektika dan pertentangan kelas nyata tidak terbukti. Sebab pada akhirnya kooperasi pemerintah dan swasta dalam menangani ekonomi menjadi antitesa dari analisa Marx. Negara sebagai sebuah institusi masih dibutuhkan sebagai alat menjamin kebijakan dan mengamankan kepentingan kapitalis.

Pengumuman Terbaru

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN AJARAN 2020-2021

Himbauan Sekolah Kepada Kelas 12:

Info Kelulusan 2020

Maps Sekolah