Info Sekolah
Minggu, 17 Okt 2021
  • Website sedang dalam maintenance mohon maaf atas ketidaknyamanan ini ...

IDULADHA 1439 DZULHIJJAH SMAN 1 TEMPEH BERQURBAN 2 SAPI DAN 3 KAMBING

Diterbitkan : - Kategori : Berita Sekolah

Hari raya Idul Adha atau biasa disebut hari raya Kurban identik dengan penyembelihan hewan kurban. Hari raya Kurban dirayakan umat islam setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah. Menurut perhitungan kalender masehi, perayaan idul adha tahun ini diperingati pada hari Rabu tanggal 22 Agustus 2018. Acara kurban tahun ini dimulai dengan shalat Idul Adha di masjid Al Istiqlal dan dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban. Adapun hewan kurban berjumlah 2 ekor sapi dan 3 ekor kambing.

Adapun Khotbah yang disampaikan oleh khotib Bapak Mahfudz M.Ag yang merupakan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Tempeh tentang makna dan hikmah berkurban. Perayaan Idul Adha berawal dari cerita Nabi Ibrahim yang kala itu berkurban hewan peliharaannya yaitu domba, sapi dan unta dengan jumlah yang banyak. Kekayaan yang melimpah ternyata masih kurang lengkap tanpa hadirnya seorang anak. Nabi Ibrahim bernadzar bahwa beliau akan rela menyembelih anaknya sendiri apabila dikarunia anak. Nadzar ini diucapkan karena istrinya saat itu Sarah belum juga memiliki anak meskipun sudah lama menikah dengan nabi Ibrahim. Kemudian Ibbrahim diperintah untuk menikah Hajar.

Tidak lama setelah menikahi Hajar, kemudian beliau dikarunia anak yang bernama Ismail. Sampai pada suatu malam, Ibrahim bermimpi mendapat perintah dari Allah untuk memenuhi nadzarnya yaitu menyembelih anaknya. Perintah allah ini membuat gejolak dalam hati Ibrahim karena ismail adalah putra satu-satunya. Gejolak dalam hati ini membuat Ibrahim berfikir untuk menggantikan perintah Allah tersebut dengan hewan kurban yang lain. Namun mimpi tersebut datang lagi pada malam harinya. Hingga pada akhirnya Ibrahim menyampaikan maksud mimpinya kepada Ismail. Ismail yang mendengar hal tersebut yang kala itu berusia 7 tahun pun ikhlas menerimanya. Namun sebelum menjalankan perintah dari Allah Ibrahim digoda oleh setan untuk melanggar perintah Allah SWT. Dengan sigap Ibrahim menolak godaan setan dan melemparinya dengan kerikil serta Ibrahim bermunajat memohon bantuan Allah SWT untuk melaksanakan nadzarnya. Peristiwa itu kini dijadikan sebagai salah satu kegiatan dalam ibadah haji yakni lempar jumroh.

Tidak menyerah lantas setan kembali menggoda istri Ibrahim yakni Hajar untuk membujuk suaminya Ibrahim agar melanggar perintah Allah SWT. Namun, layaknya sang suami, Hajar menolak godaan setan dengan mengatakan bahwa Ibrahim adalah Nabiallah. Selayaknya utusan Allah SWT dengan ketetapan iman Hajar merasa perintah Allah SWT wajib dilakukan oleh Ibrahim suaminya. Sehingga dengan hati yang ikhlas dan untuk menjalankan perintah Allah SWT, Ibrahim mulai menghunus pisau ke leher Ismail. Namun, berkat kuasa Allah SWT pisau yang hendak digunakan untuk menyembelih Ismail ternyata tidak cukup kuat untuk sekedar melukai leher Ismail. Pada beberapa riwayat disebutkan bahwa Allah memberi perintah untuk mengganti kurban dengan seekor domba yang telah disiapkan. Karena hal itulah Idul Adha sering disebut sebagai hari kurban karena identik dengan penyembelihanan hewan kurban.

Khutbah yang bercerita tentang nabi Ibrahim dan ismail inilah yang menjadi cikal bakal perintah melaksanakan kurban. Kurban yang dimaksud dalam cerita memiliki makna tentang keikhlasan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dalam khutbah juga disampaikan bahwa sesekali daging kurban tidak bermakna apabila tidak didasari oleh hati yang ikhlas. Maka makna hari raya idul adha merupakan perwujudan keikhlasan dan ketaqwaan terhadap Allah.

Acara selanjutnya yakni penyembelihan hewan kurban sejumlah 2 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Acara ini merupakan agenda rutin tahunan yang diadakan sekolah dan bekerjasama dengan ekstrakurikuler Remaja Musholla (Remus) SMATA. Acara penyembelihan hewan kurban semata diadakan untuk memberikan pembelajaran kepada siswa tentang makna keikhlasan dan ketaqwaan. Hal ini sejalan dengan pelaksanaan kurikulum nasional yang berciri pendidikan karakter. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan generasi yang berkarakter ikhlas dan taqwa kepada Tuhan YME.

“kegiatan idul adha tahun ini Alhamdulillah keluarga besar SMATA dapat berkurban sejumlah 2 ekor sapi dan 3 ekor kambing, tujuannya adalah agar siswa dapat memahami makna idul adha” kata Bapak Drs Habibbullah, M.Ag Pembina ekskul remus. Harapan kegiatan ini dapat memberi pemahaman kepada siswa untuk dapat hidup ikhlas dan tentunya taqwa kepada Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.